ANALISIS HURUF AL-HIJAIYAH ANTARA KAIDAH INFISHAL DAN ITTISHAL
Nur fajri wulandari samsudin
Sri wahyuni Muhammad
Email: fajriwulandari348@gmail.com
Email: Sriwahyunimohamad112@gmail.com
Abstrak :
Potensi belajar sudah ada sejak lahir dan berkembang seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan fisik seseorang. Karena pengaruh lingkungan, seorang anak usia 5 tahun tertarik untuk mempelajari huruf hijaiyah, namun anak mengalami kesulitan membaca huruf hijaiyah yang mengalami perubahan tanda baca. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan letak kesulitan anak dalam membaca huruf hijaiyah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang dekriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak memiliki kemampuan 100% dalam membaca huruf dasar dari huruf hijaiyah, anak memiliki kemampuan 94% dalam membaca huruf hijaiyah yang sudah bersambung membentuk kata, dan anak memiliki kemampuan 71% dalam membaca huruf hijaiyah yang sudah diikuti dengan perubahan tanda baca. Ditemukan letak kesulitan anak yaitu pada perubahan tanda baca huruf hijaiyah yang disebabkan oleh tahapan perkembangan anak yang masih memiliki keterbatasan dalam memikirkan tentang bentuk simbolik dan fokus anak.
Kata Kunci : Analisis Huruf Al-Hijaiyah Antara kaidah Infishal dan Ittishal
Pendahuluan :
Salah satu yang sangat di banggakan umat islam dari dahulu hingga saat ini adalah keoentikan Al-Qur’an yang merupakan warisan islam terpenting dan paling berharga. Umat sebagai suatu umat yang dianugerahkan Allah suatu kitab suci Al-qur;an, yang lengkap dengan segala petunjuk, yang meliputi seluruh aspek kehidupan dan bersifat universal. Pengalaman yang didorong oleh rasa keimanan kepada kitab suci Al-qur’an tidak akan terwujud tanpa pembelajaran yang baik dan kintiniu, dalam mempelajari Al-qur’an harus dilakukan sejak dini atau sejak kecil. Dilihat dari keadaan yang sebenarnya disekolah, pembelajaran Al-qur’an biasanya hanya berbentuk bacaan dan hafalan ayat-ayat pendek. Adapun penulisan Al-qur’an sangat penting dilakukan. Kemampuan dan keterampilan dalam menulis Al-qur’an ini menjadi salah satu bagian dari penguasaan yang harus dimiliki peserta didik. Pembelajaran menulis Al-qur’an yang dimulai sejak dini diharapkan akan memberikan hasil yang lebih baik. Untuk menjembatani itu, diperlukan upaya yang serius dari guru agar anak didiknya mampu dan terampil dalam menulis Al-qur’an dengan benar, tepat dan rapih.
Pembahasan :
1. Pengertian Al-Qur;an
Al-Qur’an adalah Kalamullah (firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang dituliskan dalam mushaf). Menurut Manna’ al-Qathan, Al-Qur’an adalah wahyu-wahyu yang diturunkan kepada rosulnya, dengan perantaraan malaikat jibril, untuk disampaikan kepada manusia dan membacanya adalah sebagai ibadah.
Sedangkan Al-Qur’an itu sendiri secara etimologi adalah berasal dari kata qara’a yaqro’u qiro’atan atau qur’anan, yang berarti mengumpulkan (al-jam’u) dan menghimpun (al-dhammu) huruf-huruf serta kata-kata dari satu bagian kebagian yang yang lain secara teratur.
Didalam ilmu Al-Qur’an yang membahas tentang kajian ilmu-ilmu yang membicarakan tentang lafal-lafal Al-Qur’an yang dikenal dengan ilmu-ilmu tajwid dan qiro’ah, yaitu :
a. Ilmu tentang cara melafalkan huruf-huruf dan ketentuan-ketentuan khusus yang diberlakukan terhadap huruf-huruf itu krtika sendirian tau tersusun.
b. Ilmu tentang pemeliharaan dan pengarahan terhadap qira’ah tujuh dan tiga qiro’ah lainnya.
c. Ilmu tentang jumlah surat,ayat,kata, dan huruf al-qur’an, dan ilmu tentang pembatasan jumlah semua surat, ayat, dan huruf al-qur’an.
d. Ilmu tentang kekhususan aturan pennulisan al-qur’an dan perbedaan dengan bentuk tulisan arab yang dikenal dan digunakan.
2. Pengertian kemampuan penulisan huruf-huruf Al-qur’an
Kemampuan berasal dari kata mampu yang berarti bisa melakukan sesuatu atau sanggup melakukan sesuatu. Jadi kemampuan adalah kecakapan atau kesanggupan. Adapun kemampuan siswa adalah kecakapan atau kesanggupan siswa dalam melakukan suatu pekerjaan tertentu.
Menurut Mulyasa dan bukunya “Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru” kemampuan adalah : merupakan perilaku yang rasional untuk mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapka serta seperangkat pengetahuan, ketempilan menulis dan perilku yang dimiliki seseorang.
Sedangkan kemampuan menulis adalah : suatu keterampilan yang bisa dimiliki siswa melalui latihan dan menulis. Sedangkan kemampuan menulis huruf al-qur’an adalah : suatu keterampilan yang dimiliki siswa melalui latihan gaya menulis huruf-huruf al-qur’an degan benar.
3. Menulis Huruf Hijaiyah
Menulis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan alat tulis (pena). Huruf Al-qur’an adalah kumpulan huruf hijaiyah yang terdapat dalam ayat Al-Qur’an. Sehingga yang dimaksud dengan menulis huruf Al-Qur’an adalah menulis huruf hijaiyah yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku atau sesuai dengan teks aslinya (teks Al-Qur’an).
Kata huruf berasal dari bahasa Arab yaitu : Harfun, al-Harfu. Huruf arab yang terdapat dalam al-qur’an terdiri dari 28 atau 30 (termasuk huruf rangkap Lam – Alif dan Hamzah) yang disebut dengan huruf hijaiyah. Cara menulis huruf hijaiyah mendatar dan dimulai dari arah kanan kekiri. Dalam penulisan huruf hijaiyah ini terdapat banyak cara dan ragam penulisannya. Untuk membentuk antara satu huruf dengan huruf yang lainnya berbeda-beda.
4. Keterampilan menulis huruf hijaiyah secara bersambung
Dalam keterampilan menulis terdapat tuga komponen penting, yaitu :
a. Penguasaan bahasa tulis, meliputi kosakata, struktur kalimat, paragraf, ejaan, fragmatik dan sebagainya.
b. Penguasaan isi karangan sesuai dengan topic yang akan ditulis.
c. Penguaaan tentang jenis-jenis tulisan.
5. Tahap-tahap Latihan Menulis Huruf Hijaiyah Secara Bersambung
a. Latihan Kebahasaan
Latihan kebahasaan mempunyai banyak ragam, antara lain latihan rekomendasi dan transformasi. Latihan rekomendasi adalah latihan menggabungkan kalimat-kalimat yang mulanya berdiri sendiri, menjadi suatu kalimat panjang. Sedangkan transformasi adalah latihan mengubah bentuk kalimat, dari kalimat positife menjadi kalimat negative, dan lain sebagainya.
b. Mencontoh
Pertama, siswa belajar dan melatih diri menulis dengan tepat sesuai dengan contoh. Kedua, siswa belajar mengeja dengan benar. Ketiga, siswa berlatih menggunakan bahasa Arab yang benar.
c. Repeoduksi
Reproduksi adalah menulis berdasarkan apa yang telah dipelajari secara lisan. Dalam tahap ini siswa sudah mulai dilatih menulis tanpa model.
d. Imla’
Pada tahap ini, imla’ melatihkan ejaan dan penggunaan gendang telinga. Ada dua macam imla’ yang biasanya digunakan, antara lain: imla’ yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan imla’ yang tidak dipersiapkan sebelumnya.
e. Mengarang Terpimpin
Pada Tahap ini, murid mulai dikenalkan dengan penulisan alinea, walaupun sifatnya masih terpimpin.
f. Mengarang bebas
Tahap ini merupakan tahap yang melatih siswa mengutarakan isi hatinya dengan memilih kata-kata dan pola kalimat secara bebas. Namun guru hendaknya tetap memberikan bimbingan dan pengarahan kepada siswa terkait dengan apa yang mereka tulis.
6. Teknik pembelajaran keterampilan menulis huruf hijaiyah secara bersambung
a. Pendidik menjelaskan kepada peserta didik bagaimana cara mengerjakan menulis terbimbing dengan jelas, tanpa menimbulkan salah satu paham atau keraguan.
b. Peserta didik mengerjakan mengerjakan tulisan tersebut di dalam kelas atau jika waktu tidak memungkinkan boleh dikerjakan dirumah masing-masing.
c. Pekerjaan peserta didik dikoreksi dengan salah satu cara yang sesuai sebagai berikut:
1) Diperiksa oleh pendidik langsung didalam kelas.
2) Diperiksa oleh pendidik diluar kelas bila jumlah peseta didik besar.
d. Pendidik memiliki catatan tambahan terhadap kesalahan peserta didik yang telah mereka perbuat.
e. Setelah diperiksa, setiap peserta didik menulis kembali jawaban karangan sesungguhnya, tanpa ada kesalahan sesuai dengan petunjuk serta bimbingan pendidik tadi.
Kesimpulan :
Huruf atau tulisan adalah salah satu sarana untuk menyatakan kehendak cipta dan rasa. Bahasa tulis tidak serta merta tersusun dari huruf-huruf seperti saat ini. Namun telah melalui beberapa fase perkembangan dan penyempurnaan untuk dapat menjadi seperti sekarang.
Kata huruf berasal dari bahasa Arab : harf atau huruf. Huruf Arab disebut juga huruf hijaiyah. Kata hijaiyah berasal dari kata kerja hajja yang artinya mengeja, menghitung huruf, membaca huruf demi huruf. Huruf hijaiyah dimulai dari alif dan berakhir pada huruf ya’ secara terpisah-pisah.
Dalam tahap-tahap menulis huruf hijaiyah secara bersambung mempunyai beberapa langkah-langkah yaitu : latihan kebahasaan, mencontoh, reproduksi, imla’, mengarang terpimpin, dan mengarang bebas.
Semua huruf atau tulisan didunia ini pada mlanya merupakan tanda-tanda yngsangat sederhana yang telah ditemukan, disepakati dan dipergunakan oleh generasi paling tua dalam bentuk gambar atau lambang yang dapat dilihat oleh mata. Kemudian generasi selanjutnya melakukan proses pengurangan, penambahan, dan penyempurnaan sesuai kebutuhan sehingga terwujud bentuk huruf seperti sekarang ini.
Daftar Pustaka :
Abu Anwar, Ulumul Qur’an sebuah pengantar, Pekanbaru,Amzah,2002
Abdul Majid, perencanaan pembelajaran, Bandung, Remaja Rosda Karya, 2009
Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana, 2006
Abdul Karim Husain, seni kaligrafi khat naskhi, Jakarta: CV. Pedoman ilmu jaya, 1898
Abu Hanifah, juz’ Amma Semarang: PT Karya Toha Putra, 1981
Ibrahim, Kemampuan menulis ayat-ayat Al-qur’an pada pelajaran agama islam kecamatan senapelan kota Pekanbaru, Pekanbaru, UIN Suska, 2004
M. Hasyim Yahya, 5 jam lancer membaca dan menulis Al-Qur’an Jakarta: Qultum Media, 2007
M. Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Bandung: Remaja Roesda Karya, 1987
Said Agil Husain al-Munawwar, Al-Qur’an membangun kesalehan hakiki, Jakarta: Ciputat press, 2005
Seno Wijaya, kemampuan menulis khat Naskhi Santri pondok pesantren Dar El Hikmah Pekanbaru, Pekanbaru UIN Suska, 2010
Suhminan Zaini, kewajiban orang beriman terhadap Al-Qur’an, Surabaya: Al-Ikhlas, 1992
Yuhanizar, kemampuan menulis arab melayu simpang baru kecamatan Tampan Pekanbaru, Pekanbaru UIN Suska, 2004.
Komentar
Posting Komentar